Orang yang Patut Dikasihani
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi.
*ORANG YANG PATUT DIKASIHANI ADALAH DIRI SENDIRI*
Kita ini sering kasihan sama orang lain. Kasihan sama tetangga yang sakit, kasihan sama anak yang susah cari kerja, kasihan sama pengemis di pinggir jalan.
Itu bagus. Itu tanda hati kita masih lembut.
Tapi pernahkah kita berpikir, *justru orang yang paling patut dikasihani adalah diri kita sendiri?*
Kenapa?
Karena kita sibuk mengasihani orang, tapi lupa mengasihani diri kita yang sedang berjalan menuju akhirat tanpa bekal yang cukup.
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata :
*"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab."*
Mari kita jujur Saudara dan Sahabatku :
*1. Kasihanilah diri kita, karena umur terus berkurang tapi dosa masih bertumpuk.*
Rambut sudah putih, gigi sudah goyang, mata sudah rabun. Itu tanda jatah umur makin pendek. Tapi apakah istighfar kita sudah sebanyak itu?
Apakah shalat malam kita sudah sejalan dengan uban kita?
*2. Kasihanilah diri kita, karena kita sering menunda taubat.*
Besok, besok, besok.
Nanti kalau sudah pensiun saya rajin ngaji. Nanti kalau sudah sembuh saya shalat. Padahal malaikat maut tidak pernah janji menunggu besok.
Allah Ta'ala berfirman :
*_"Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati."_*
(Surat Luqman (31) ayat 34)
*3. Kasihanilah diri kita, karena kita masih sibuk dengan urusan manusia tapi lalai urusan Allah Ta'ala.*
Kita takut tidak dipuji manusia, tapi tidak takut tidak dicintai Allah Ta'ala.
Kita sibuk mengejar pujian, jabatan, harta.
Padahal semua itu akan ditinggalkan.
*Pergi pagi ke pasar Wonokromo,*
*Pulangnya mampir beli jamu.*
*Jangan sibuk kasihan sama orang lain,*
*Kasihanilah dirimu yang masih lalai dan belum tahu malu.*
Jadi apa yang harus kita lakukan mulai hari ini?
*Pertama, kasihani diri dengan taubat.*
Jangan tunggu Ramadhan, jangan tunggu sakit. Hari ini istighfar yang sungguh-sungguh.
*Kedua, kasihani diri dengan memperbaiki shalat.*
Shalat adalah tiang. Kalau tiangnya rapuh, ambruk semua amal.
*Ketiga, kasihani diri dengan menjaga lisan.*
Di usia saat ini, jangan sampai mulut kita yang sudah semakin tua ini masih suka ghibah, masih suka nyinyir, masih suka menyakiti hati orang.
Satu kalimat buruk bisa menghapus pahala bertahun-tahun.
*Keempat, kasihani diri dengan sedekah.*
Sedekah itu bukan untuk orang yang menerima, tapi untuk kita yang memberi. Itu tabungan akhirat kita.
Kasihani diri kita bukan berarti putus asa. Justru ini bentuk cinta kepada diri sendiri yang sesungguhnya.
Cinta yang menyelamatkan kita dari api neraka dan mengantarkan ke surga.
Sebelum kita mengasihani orang lain, tanya dulu ke hati kita :
*_Sudahkah aku mengasihani diriku sendiri yang akan berdiri sendirian di hadapan Allah nanti?_*
Semoga Allah Ta'ala jadikan sisa umur kita umur yang berkah, umur yang dipakai untuk taubat, untuk ibadah, untuk bekal pulang.
*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*
Wallahu A'lam Bisshawab.
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Allah, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.
Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.
Komentar
Posting Komentar