Ayah

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi.

*Ayah, Punggung yang Jadi Penyangga Kita*

Kemarin membahas tentang *Ibu*.

Hari kita bahas tentang *Ayah*.

Yang keringatnya jatuh sebelum air matanya. 

Yang suaranya tegas tapi doanya paling lembut. *Ayah.*

Allah Ta'ala gabungkan nama Ayah dan Ibu dalam satu perintah Allah Ta'ala :

 *"Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu"* 

(Surat Al-Isra (17) ayat 23)

Karena surga ada di antara keduanya.

*1. Ayah = Tiang Rumah* 

Coba bayangin rumah tanpa tiang. 

Pasti roboh.  

Begitu juga keluarga tanpa Ayah.

Panas-panasan di jalan, kehujanan, ditolak, digaji telat. 

Tapi pas pulang ke rumah, dia senyum.  

Ditanya "Capek Pa?" 

Jawabnya: "Enggak, demi kalian."  

Ayah rela tidak jajan, tidak beli baju baru, demi uang jajan kita tidak telat.  

*"Lelaki itu pemimpin"* 

(Surat An-Nisa (4) ayat 34). 

Pemimpin itu yang paling capek, paling disalahkan, tapi paling bertahan.

*2. Ayah = Guru Kehidupan Pertama* 

Ibu ngajarin kita "bagaimana merasa".  

Ayah ngajarin kita "bagaimana bertahan".

Naik sepeda dia yang lepasin pegangan.  

Nembak kerja pertama dia yang ajarin bikin CV.  

Patah hati pertama dia yang bilang :

"Laki-laki itu jangan cengeng ,bangkit."  

Tegasnya Ayah itu bukan benci. 

Itu bentuk sayang yang tidak pandai diungkapkan.

Rasululloh ﷺ bersabda : 

*"Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari pendidikan yang baik."* 

(HR. Tirmidzi)

Didik = bukan cuma sekolah. Tapi ngajarin jujur, tanggung jawab, shalat.

*3. Ayah = Pintu Surga Tengah* 

Nabi ﷺ bersabda :

*"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."* 

(HR. Tirmidzi)

Dan ada riwayat :

*"Ayah adalah pintu surga yang paling tengah."*

Artinya: Mau masuk surga lewat pintu VIP? Lewat ridhanya Ayah.  

Maafnya Ayah itu berat. 

Tapi sekali Ayah bilang "Bapak ridha nak", hidup kita berasa dilancarkan Allah.

Sayangnya kita sering gini :

Ke Ibu: "Bu, kangen. Minta doa ya."  

Ke Ayah: "Pa, transfer ya." 

Padahal Ayah juga butuh dipeluk. 

Butuh ditanya "Pa udah makan?". 

Butuh dipuji "Makasih ya Pa udah berjuang".

Jangan tunggu Ayah sakit baru kita sadar.

Jangan tunggu di pusara baru kita nangis bawa bunga.

*PR untuk kita:*

1.  *Salim dan cium tangan Ayah* walau udah umur 40 tahun atau lebih.

2.  *Minta maaf* atas semua ngeyel dan ngebantah dulu.

3.  *Doakan*: 

_"Allahummaghfirli wa liwalidiyya warhamhuma kama rabbayani shaghira"_

Karena penyesalan paling dalam anak laki-laki/perempuan adalah :

"Andai dulu aku lebih sering bilang terima kasih ke Ayah..."

Ya Allah... 

Jadikan Ayah kami ahli surga. 

Kuatkan fisiknya, berkahi rezekinya, dan bahagiakan tuanya seperti dia membahagiakan kecil kami. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Allah, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepada-Mu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepada-Mu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapan-Mu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

Komentar

Postingan Favorit

Baca Surat Al Kahfi & Yasin